Warga Korea Utara berhamburan di Kim Il Sung Square. (Kim Won-jin/AFP/Reuters)

NUSANTARANEWS.CO, Pyongyang – Sekitar 3,5 juta orang telah mendaftarkan diri menjadi tentara di Korea Utara siap berperang melawan Amerika Serikat, demikian media setempat melaporkan pada hari Sabtu. Kesiapan warga Korut itu terjadi menyusul pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengeluarkan ancaman baru bahwa AS berada dalam posisi untuk berperang.

“Militer AS sekarang sepenuhnya locked and loaded seandainya Korea Utara bertindak tidak bijaksana,” seperti dikutip Reuters. Pernyataan Trump tersebut dikeluarkan setelah Kantor Berita Korea Utara menuduh Trump sebagai dalang ketegangan di Semenanjung Korea. “Trump membuat situasi di Semenanjung Korea sampai ke ambang perang nuklir,” kata kantor berita tersebut.

Warga Korea Utara, termasuk pelajar, pekerja dan tentara pensiunan, telah meminta untuk bergabung atau mendaftar kembali di militer sehubungan dengan sumpah pemerintah sebelumnya untuk melakukan pembalasan terhadap Amerika Serikat setelah Dewan Keamanan PBB menyetujui sanksi baru terhadap Pyongyang, Surat kabar Partai Buruh Korea Utara Rodong Sinmun melaporkan seperti dikutip kantor berita Yonhap.

Pekan lalu, Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat mengadopsi Resolusi 2371, yang selanjutnya memperketat sanksi terhadap Korea Utara dalam menanggapi uji rudal balistik Pyongyang baru-baru ini.

Militer Korea Utara mengatakan bahwa pihaknya mempertimbangkan sebuah serangan rudal di dekat wilayah kepulauan AS di Guam setelah Presiden Donald Trump mengancam akan menyerang Pyongyang. (Banyu)

Komentar