Ekonomi

271 Proyek Investasi China Bersiap Kuasai Sektor Industri Indonesia

Menperin
Menperin di Indonesia Business Forum di Shanghai/Foto: Istimewa

NUSANTARANEWS.CO – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa cukup banyak pelaku industry asal Tiongkok yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia. Salah satunya, kata dia, adalah Jiangsu Dongqun Investment Holding Group Co., Ltd yang telah menyatakan minatnya untuk membangun industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dengan nilai investasi sebesar USD 100 Juta.
Hartarto menyambut baik minat dari Jiansu Dongqun Investment Holding Group Co., Ltd tersebut.

“Kami juga telah menyampaikan kepada mereka beberapa opsi lokasi investasi seperti di Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah mengingat di sana masih luas lahannya dan tenaga kerjanya yang tersedia cukup terampil,” kata Menperin seperti dikutip siaran persnya di Jakarta, Selasa (6/9/2016).

Menperin menjadi narasumber dalam Indonesia Business Forum di Shanghai yang merupakan serangkaian menghadiri KTT G-20 di Hangzhou, China.

Sebagai wujud keseriusan terhadap tawaran Jiangsu Dongqun Investment Holding Group Co., Ltd, Menperin didampingi Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) telah melakukan pertemuan dengan jajaran manajemen perusahaan tersebut.

Selain Jiangsu Dongqun Investment Holding Group Co., Ltd yang ingin berinvestasi di Indonesia, China Railway Construction Corporation (CRCC) juga diketahui sudah sepakat menyusun mekanisme kerja sama dengan Kementerian Perindustrian RI untuk meningkatkan SDM dan daya saing industri kedua negara dalam waktu dekat. CRCC merupakan industri yang bergerak di sektor manufaktur serta jasa konstruksi kereta cepat, jembatan, terowongan dan proyek-proyek infrastruktur lainnya.

“Tiongkok telah berkomitmen pada 271 proyek investasi di Indonesia dengan total nilai sebesar USD925 juta yang kontribusi utamanya dari sektor industri baja, permesinan, elektronik, makanan, semen dan beberapa industri strategis lainnya,” papar Dirjen KPAII, Harjanto.

Beberapa investasi Tiongkok di Indonesia yang sudah berjalan antara lain PT. Sulawesi Mining Investment yang bergerak pada bidang pertambangan nikel dengan kapasitas 300.00 ton per tahun dengan nilai invetasi sebesar USD 636 juta di Morowali Industrial Park, Sulawesi Tengah. PT. Sulawesi Mining Investment merupakan smelter nikel pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi Arc Furnace Rotary Kiln. Selanjutnya, PT. Virtue dragon Nickel Industry yang bergerak di bidang pengolahan ferronikel di Konawe, Sulawesi Tenggara dengan nilai investasi sebesar USD 5 miliar dengan kapasitas 600.000 ton per tahun.

Ada juga Anhui Conch Cement Company yang bergerak di bidang industri semen dengan total investasi sebesar USD5,7 miliar dan kapasitas produksi sebesar 20 juta ton per tahun,” ungkap Harjanto. Di Indonesia, Anhui Conch Group akan membangun lima integrated plant dan satu grinding plant di Kalimantan Selatan, Banten, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan dan Papua Barat. (eriecdieda)

Komentar

To Top