Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, I Ketut Diarmita/Foto Andika / Nusantaranews
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, I Ketut Diarmita/Foto Andika / Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO – Setelah gagal mewujudkan swasembada sapi pada tahun 2014 lalu, kini pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) kembali menggulirkan program swasembada sapi lewat program upaya khusus (Upsus) sapi indukan wajib bunting (Siwab) mulai tahun 2017.

Dalam program ini, Kementan menargetkan terjadi lonjakan produksi sapi sebesar 200% dalam lima hingga enam tahun ke depan, atau lebih cepat dari targetkan presiden selama 10 tahun.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, I Ketut Diarmita mengatakan, saat ini populasi sapi dan kerbau di Indonesia sebesar 15.196.154 ekor. Rinciannya sapi potong sebanyak 13.597.154 ekor, sapi perah sebanyak 472.000 ekor dan kerbau sebanyak 1.127.000 ekor.

Dari populasi tersebut sebanyak 5.918.921 ekor merupakan sapi betina berumur dua hingga delapan tahun. Sementara sapi potong sebanyak 6.622.835 ekor. “Nanti kami akan fokus agar sapi betina ini bunting sebanyak mungkin melalui program inseminasi,” ujar Ketut di kantor pusat Kementan, Kamis (10/11/2016).

Ketut menjelaskan,saat ini, ada 5,91 juta ekor sapi betina yang siap bunting, dan perkiraan tingkat keberhasilan sekitar 75%. Maka pada tahun depan akan ada sekitar 3 juta ekor anak sapi yang lahir.

Dengan demikian diharapkan program ini dapat mendorong peningkatan populasi sapi dalam negeri untuk mencapai target peningkatkan 200% dalam lima atau enam tahun ke depan. “Bila hal itu tercapai maka kita bisa ekspor sapi,” imbuhnya. (Andika)

Komentar