Kurator dan instruktur dari Indonesia Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera) 2017. Foto: Dok. Panitia MASTERA
Kurator dan instruktur dari Indonesia Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera) 2017. Foto: Dok. Panitia MASTERA

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera) telah mendapatkan sepuluh Penyair Muda Indonesia 2017. 10 Penyair Muda tersebut hasil pilihan para Kurator yang terdiri dari Mahwi Air Tawar, F. Moses, Abd Rohim.

Sebagai Kurator, Mahwi Air Tawar menyampaikan untuk menentukan 10 Penyair dari 700 penyair muda Indonesia yang mengirimkan puisi-puisinya ke email panitia Bengkel Puisi Mastera 2017, bukanlah pekerjaan mudah. Sebab, kata Mahwi, Kurator tak hanya sekadar harus membaca 1.400 puisi dari 700 penyair tersebut, sebelum akhirnya harus menetapkan sepuluh penyair terpilih.

“Tapi kurator juga diam-diam harus mencari dan menggali informasi tentang kesepuluh penyair terpilih: misalnya, bagaimana peran si penyair di kota asalnya, dalam komunitas dan gerakan-gerakan literasi, dan dalam dunia kesenian di kotanya masing-masing,” ungkap Mahwi kepada redaksi Nusantaranews.co, Senin, 17 Juli 2017.

Mungkin akan lebih mudah, kata penyair sekaligus cerpenis itu, jika tugas kurator hanya mencari puisi yang paling bagus, pernah dimuat di media massa atau dibukukan. Namun, sebagaimana dikatakan sastrawan Rendra, percuma membaca buku dan menulis jika tak berperan aktif dalam kehidupan.

“Oleh karenanya, impian kami, kelak seusai mengukuti Bengkel Puisi Mastera, kesepuluh penyair terpilih itu dapat berbagi proses dengan teman-teman di daerahnya masing-masing, baik di tingkat komunitas maupun lembaga-lembaga formal. Dan yang lebih penting lagi, para penyair terpilih mau menyerap pengetahuan yang tak semata-mata bersumber dari buku, tapi juga dari pergumulan dan pergaulan dalam kehidupan sosial, yang nantinya bisa menjadi bahan untuk menulis puisi, cerpen, maupun novel,” tutur Mahwi.

Penulis buku “Tanah Air Puisi Air Tanah Puisi” (Antologi Puisi Tunggal) itu menyatakan, sudah tentu nama-nama maupun karya kesepuluh penyair yang terpilih mengikuti Bengkel Puisi Mastera 2017 ini, tidak semuanya terkenal dan memiliki karya yang istimewa sebagaimana sejumlah penyair muda yang lolos dalam seleksi.

“Salah satu penyair terpilih dari Papua, misalnya, bukanlah penyair yang puisi-puisinya kerap dimuat di media massa, baik cetak maupun online, apalagi diterbitkan dalam bentuk buku. Tetapi, perannya dalam mengembangkan minat baca, juga melakukan gerakan literasi di pedalaman Papua, adalah suatu upaya yang patut diapreasiasi. Di daerah tempatnya tinggal itu, sebuah daerah yang untuk sekadar mendapatkan sinyal handpone dalam rangka mengirimkan puisi-puisinya saja, ia harus berjalan kaki dengan jarak tempuh 1,5 jam! Puisi￾puisinya itu ia kirimkan kepada temannya yang tinggal di Surabaya, yang membantunya mengetik ulang dan mengirimkannya kepada panitia Bengkel Puisi Mastera 2017,” kata Mahwi mengisahkan penyair asal Papua, salah satu penyair yang akan mengikuti Bengkel Puisi Mastera 2017 nanti.

Untuk diketahui, dalam setiap pelaksanaannya, Bengkel Puisi Mastera tak hanya diikuti oleh para penyair terpilih dari Indonesia, tapi juga oleh para penyair dari empat negara sahabat: Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan Thailand. Oleh karena itu, selama mengikuti Bengkel Puisi Mastera, para penyair terpilih tak hanya akan didampingi oleh para instruktur dari Indonesia, melainkan juga akan berinteraksi dan bertukar wawasan serta wacana, dengan para peserta dan instruktur dari keempatnegera tersebut.

Adapun para instruktur dari Indonesia terdiri atas Agus R. Sarjono, Acep Zamzam Noor, Cecep Syamsul Hari, dan Joko Pinarbo.

Berikut ini adalah nama-nama sepuluh penyair terpilih dari Indonesia yang telah ditetapkan oleh para kurator untuk mengikuti Bengkel Puisi Mastera 2017: Ahmad Ginanjar (Cianjur, Jawa Barat), Julaiha Sembiring (Medan, Sumatera Utara), Indrian Koto (Padang, Sumatera Barat), Ricky Syah R (Aceh), Dimas Radjalewa (Maumere, Nusa Tenggara Timur), Muhammad de Putra (Riau), Matroni Muserang (Sumenep, Jawa Timur), Iqbal H. Saputra (Bangka Belitung), Gaudiffridus Usnaat (Papua), dan Sarah Monica (Jakarta).

“Kepada para penyair terpilih, kami ucapkan selamat. Sampai jumpa dalam pelaksanaan program Bengkel Penulisan Mastera 2017, yang akan diselenggarakan di Bogor, pada tanggal 7-13 Agustus 2017,” kata Mahwi menandaskan.

Pewarta/Editor: Achmad Sulaiman

Komentar